Informasi, Life Style, Travelling

Tiga Fakta Seputar Taman Getsemani

May 23, 2018

Buyadalat – Getsemani, dalam bahasa Yunani Gesthēmani, dan bahasa Ibrani, Aram Gat Šmānê merupakan sebuah taman di kaki bukit Zaitun, Yerusalem. Tempat ini dipercaya sebagai tempat Yesus berdoa yang terakhir kali sebelum disalib.

Kata Gethsemane muncul pada Injil Matius dan Injil Markus yang berbahasa Yunani. Kata ini berasal dari bahasa Assyria yang berarti alat penghasil minyak. Injil Matius dan Injil Markus menyebutnya dengan arti tempat. Injil Yohanes mengartikan kata Gethsemane sebagai taman, dan mengatakan  bahwa Yesus memasuki sebuah taman bersama dengan murid-muridnya.

Lokasi Bukit Getsemani

Diketahui dari ilmu Onomasticon, yang mempelajari asal usul nama, ada seorang Uskup dari Israel bernama Eusebius mencatat lokasi Taman Getsemani berada di kaki bukit Zaitun. Dalam catatannya, ditambahkan juga bahwa bagi yang percaya, tempat ini sering didatangi untuk berdoa.

Berdasarkan kisah di Perjanjian Baru, Taman Getsemani merupakan tempat Yesus bersama murid-muridnya sering berkunjung. Tempat ini membuat salah satu murid Yesus yang berkhianat, Yudas Iskariot mudah menemukan-Nya ketika malam penangkapan.

Di tempat ini, Yesus merasa sangat ketakutan dan bersungguh-sungguh berdoa. Karena terlampau takutnya itu, hingga peluh Yesus menjadi serupa tetesan darah ke tanah. Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal dengan istilah hematidrosis.

Di dekat taman terdapat Gereja Agony yang disebut juga sebagai Gereja Segala Bangsa. Tidak jauh dari Gereja Agony terdapat Gereja Ortodoks Rusia bernama Santa Maria Magdalena. Gereja tersebut dibangun oleh Kaisar Alexander III dengan gaya arsitektur Rusia untuk mengenang mendiang ibunya.

Sebagai Tempat Ziarah

Dalam tradisi Ortodoks, Getsemani merupakan taman tempat makam dari Perawan Maria. Pada tahun 333 M, Getsemani pernah dikunjungi oleh peziarah tak dikenal dari Bordeaux. Rute perjalanan ziarah tersebut, atau disebut rute Burdigalense merupakan catatan awal dari penjelajah Kristiani di Tanah Suci.

Di dekat Yerusalem timur, terdapat Bukit Zaitun yang dibatasi lembah. Menurut keyakinan umat Kristiani, usai bangkit dari kubur, Yesus berjumpa beberapa kali dengan para murid-Nya. Yesus naik ke surga di Bukit Zaitun ini. Di tempat ini, Yesus juga mengajarkan doa Bapa Kami, bahkan menangis karena tahu kehancuran Yerusalem yang akan terjadi. Bila Anda memasuki kawasan Bukit Zaitun, Anda akan menemukan Taman Getsemani, tempat Yesus berdoa.

Pohon Zaitun “Abadi” Di Bukit Getsemani

Di sini terdapat pohon zaitun yang sudah sangat tua, usianya diperkirakan mencapai 900 tahun. Konon, pohon-pohon zaitun ini tidak akan mati, kecuali dengan ditebang atau dibakar. Bisa dikatakan bahwa pohon-pohon zaitun ini adalah saksi hidup Yesus dan murid-muridnya yang dulu sering bermukim di tempat ini.

Salah satu pesona Taman Getsemani adalah Anda dapat  berhadapan langsung melihat kota Yerusalem ketika tengah berdiri di taman ini.

Itu dia beberapa fakta seputar Taman Getsemani. Bagi Anda yang ingin melakukan perjalanan dan menelusuri sejarah Yesus di tempat ini, Anda dapat menggunakan jasa tour and travel dari http://insighttour.id/

You Might Also Like

No Comments

Leave a Reply