Informasi, Life Style, Tips dan Trik

Sudah Tahu Bagaimana Menghitung Jarak Aman Berkendara ?

December 9, 2019

Buyadalat – Dalam berkendara, keselamatan adalah hal paling penting yang perlu diperhatikan. Bukannya dikendalikan, namun kita lah yang harus memegang kendali kendaraan secara penuh. Pengendalian mulai dari mengatur kecepatan, hingga menentukan jarak aman.

Jika selama ini kita menentukan jarak aman dalam hitungan meter, tahukah kamu bahwasannya jarak aman berkendara dihitung secara detik ? Untuk lebih lengkapnya, simak penjelasannya berikut.

jarak aman berkendara

Pentingnya Jarak Aman Dalam Berkendara

Jarak aman adalah hal perlu diperhatikan bagi pengendara, untuk memberikan keselamatan baik individu maupun pengendara lainnya.

Mengontrol pengendalian jarak aman menjadi sebuah tanggung jawab, yang harus selalu diingat oleh setiap pengendara. Pengemudi harus mengetahui dua jenis jarak, yaitu jarak minimal dan jarak aman.

Jarak minimal adalah jarak paling dekat, yang tidak boleh dilewati antara mobil di belakang dan mobil di depannya. Pengemudi perlu mengetahui jarak minimal, agar tidak melakukan hal yang membahayakan.

Jika tidak dapat memperkirakan jarak minimal, umumnya pengendara akan rem mendadak dan mengancak keamanan diri sendiri.

Sedangkan untuk jarak aman berkendara, merupakan sebuah batasan yang sangat disarankan untuk diketahui dan diterapkan setiap pengendara.

Dengan mengetahui jarak aman ketika berkendara, maka anda dapat menghindari berbagai hal yang mengancam keselamatan. Apalagi jika anda membawa seorang penumpang, tentu keselamatan nyawa penumpang pun perlu anda jaga dengan baik.

Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Mengontrol Jarak Aman

Dilansir dari harapanrakyat.com, Durasi jarak aman dalam berkendara adalah sekitar 2 hingga 3 detik. Ukuran ini perlu diterapkan, pada cuaca yang normal. Perhitungan 2 hingga 3 detik ini dinilai akan lebih memudahkan pengemudi, dengan menyesuaikan kecepatan mobil. Sehingga bukannya mengacu pada meter, namun lebih melihat pada hitungan detik.

Apabila anda bingung dengan aturan 3 detik tersebut, cara mudahnya adalah dengan melihat roda belakang mobil yang ada di depan anda.

Dengan melihat roda belakang mobil tersebut, anda dapat memperkirakan ruang untuk menyalip kendaraan yang berada di depan. Dengan begitu, maka kemungkinan kesalahan dalam menyalip kendaraan pun menjadi lebih kecil.

Perlu diperhatikan pula, ketika menyalip kendaraan yang ada di depan anda pun harus memperhatikan kendaraan sekitar. Pastikan bahwa kendaraan baik di samping maupun di belakang anda, memberikan ruang yang cukup untuk bermanuver.

Apabila ruang di depan cukup untuk menyalip namun ruang samping tidak, tentunya jangan memaksakan dan menerobos pengemudi lain.

Mengaplikasikan Jarak yang Aman

Jika anda sudah mengetahui berapa hitungan detik yang diperlukan dalam jarak aman, kini saatnya untuk mengaplikasikan ilmu tersebut. Sebagai seorang pengemudi, maka keselamatan diri anda dan orang lain dipengaruhi dengan bagaimana ada mengontrol kendaraan. Selalu utamakan berkendara secara aman, dalam keadaan apapun.

Bagi pengemudi yang telah ahli dalam menghitung jarak aman berkendara, hal paling penting yang diketahui adalah perlakuan ketika berada di belakang mobil besar. Anda perlu tahu, bahwa tidak dianjurkan untuk terus berada di belakang mobil besar.

Sebisa mungkin anda harus menyalip mobil besar tersebut, karena bisa saja terkena material atau barang yang dibawanya.

Mobil besar pun pasti akan kesulitan, untuk melihat kendaraan yang tepat berada di bagian belakang mobil mereka. Jika anda tidak menerapkan jarak aman dan jarak minimal, maka kemungkinan kecelakaan diakibatkan mobil besar menjadi leih tinggi.

Dalam keadaan macet pun, pastikan untuk selalu menjaga jarak baik itu jarak minimal maupun jarak aman. Tetapi, menyalip mobil besar pun tidak bisa dilakukan dengan terburu-buru.

Anda juga perlu menghitung jarak aman berkendara, dan mengetahui area blindspot dari mobil besar tersebut. Umumnya mobil besar akan memiliki tanda, dimana area tersebut merupakan blindspot.

Tentunya anda herus menghindari area blindspot, atau melewatinya dengan cepat. Hindari terlalu lama berada di belakang area blind spot, karena pengemudi mobil besar tidak dapat melihat keberadaan anda.

Saat ini, jumlah pengguna kendaraan pribadi di Indonesia semakin bertambah. Selain dinilai lebih mudah, memiliki kendaraan pribadi juga memberikan kebebasan anda untuk menuju beberapa tujuan.

Namun dalam berkendara pun anda perlu memberhatikan keselamatan diri, dan lingkungan sekitar. Salah satu caranya adalah dengan mengetahui perkiraan jarak minimal, serta jarak aman terhadap kendaraan lain.

You Might Also Like

No Comments

Leave a Reply